• Jelajahi

    Copyright © Divisi polri news
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan


    Divisi polri news

    Sorotan

    Terkini Lainnya Divisi polri news

    Lihat Semua

    Kamis, 21 Mei 2026

    Desa Sukamulya Gelar Panen Jagung Bersama TNI, Polri, dan Petani


    Kegiatan panen jagung berlangsung di Desa Sukamulya, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, pada Kamis, 21 Mei 2026. Kegiatan tersebut dihadiri oleh perangkat desa, anggota Polsek setempat, Koramil, serta para petani setempat.

    Panen jagung ini menjadi bentuk kebersamaan antara masyarakat dan unsur pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan hasil pertanian warga.


    Dalam kegiatan tersebut, para petani bersama aparat terlihat turun langsung ke lahan jagung untuk melakukan panen secara bersama-sama.


    Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan semangat kepada para petani agar terus meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah Desa Sukamulya.


     Kehadiran unsur TNI dan Polri bersama perangkat desa menunjukkan dukungan terhadap sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat.


    Suasana panen berlangsung dengan penuh kebersamaan dan antusiasme warga yang turut hadir di lokasi kegiatan.

    Senin, 18 Mei 2026

    Jual Tramadol Secara Ilegal, Pria di Babelan Jadi Sorotan Warga, Sekarang Pakai Sistem COD



    Kabupaten Bekasi — Seorang pria yang diduga menjual obat keras jenis tramadol tanpa izin menjadi sorotan warga di wilayah Jl. Pertamina, Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Aktivitas penjualan tersebut disebut-sebut berlangsung di sebuah kios kecil yang berada di pinggir jalan kawasan tersebut. Senin (18/5/2026).



    ‎Warga sekitar mengaku resah dengan dugaan peredaran obat keras yang dilakukan secara bebas. Pasalnya, tramadol merupakan obat yang penggunaannya harus berdasarkan resep dan pengawasan tenaga medis.


    ‎Jika disalahgunakan, obat tersebut dapat menimbulkan efek ketergantungan hingga gangguan kesehatan serius.



    ‎Dari informasi yang beredar, lokasi yang diduga menjadi tempat penjualan berada di sebuah bangunan kios sederhana di tepi jalan. Tempat tersebut disebut kerap didatangi sejumlah pembeli pada waktu tertentu, termasuk pada malam hari.



    ‎Masyarakat berharap aparat penegak hukum serta instansi terkait segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi guna memastikan legalitas usaha tersebut.


    ‎Warga juga meminta pengawasan terhadap peredaran obat-obatan keras diperketat agar tidak mudah diakses, terutama oleh kalangan remaja.



    ‎Selain itu, warga berharap pihak kepolisian dari Polsek Babelan dapat segera menindaklanjuti laporan dan informasi yang beredar di masyarakat.


    Mereka meminta agar apabila ditemukan adanya pelanggaran hukum terkait penjualan obat keras tanpa izin, tindakan tegas dapat dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.



    ‎Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait dugaan aktivitas penjualan tramadol tersebut. Prinsip praduga tak bersalah tetap dikedepankan sampai adanya hasil pemeriksaan resmi dari aparat terkait.


    Senin, 11 Mei 2026

    Para Pelaku yang Diduga Lakukan Perusakan-Penjarahan Warung Seorang Janda Akhirnya Diciduk Polisi Cirebon


    Petugas dari Polres Cirebon Kota berhasil meringkus sejumlah orang yang diduga ikut dalam aksi brutal gerombolan bermotor di Gang Pandesan 1, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon pada Minggu, 3 Mei 2026 malam.

    Barang bukti menjadi penanda terbongkarnya teror kelompok motor yang sebelumnya membuat warga Gang Pandesan 1 resah usai sebuah warung milik janda diserbu gerombolan bermotor bersenjata tajam.

    "Jadi siang ini kita merilis pelaku tindak pidana setiap orang dengan terang-terangan atau di muka umum dan dengan tenaga bersama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang dan atau pencurian dengan kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang bisa kita sebut kelompok motor," ujar Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, Senin (11/5/2026).


    Polisi kini telah mengamankan enam orang untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dari jumlah tersebut, dua orang resmi ditetapkan sebagai tersangka yakni RS (44 tahun) dan PS (40 tahun)."Dari enam orang ini, dua orang sudah kita tetapkan sebagai tersangka," tuturnya.

    Para pelaku dijerat Pasal 262 junto Pasal 479 atau Pasal 476 UU RI Nomor 1 Tahun 2023 dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara.


    Kapolres mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (3/5/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.


    Saat itu, korban tengah berjualan seperti biasa sebelum tiba-tiba didatangi puluhan orang yang diduga bagian dari kelompok motor tertentu.

    "Mereka terafiliasi pada kelompok motor tertentu, sehingga melakukan pengejaran terhadap korban termasuk merusak warung milik korban," ucapnya.

    Polisi Ringkus Geng Motor yang Meresahkan Warga Pandesan


    Satreskrim Polres Cirebon Kota meringkus enam pelaku pengrusakan dan pencurian yang terjadi di Pendesan, Kelurahan Pekalangan, Kota Cirebon. Dari enam pelaku dua ditetapkan sebagai tersangka.pengrusakan dan pencurian.

    Sebelumnya, beredar video puluhan berandalan motor ribut dengan warga Pandesan pada Minggu (3/5/2026). Dalam video mereka mengejar salah satu warga dan melakukan pengrusakan serta pencurian di tempat usaha korban.

    Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar mengatakan, dua pelaku yang ditetapkan tersangka berinisial RS (44) dan VSA (23). Kedua tersangka terbukti melakukan pengrusakan toko dan mencuri sejumlah barang yang ada di dalamnya.


    “Sudah kami amankan kini tengah dalam proses penyidikan di Satreskrim Polres Cirebon Kota,” kata Eko kepada wartawan saat konferensi pers, Senin (11/5/2026)

    Masih kata Eko, kejadian ini bermula saat berandalan motor tengah berkumpul di sekitar Stadion Bima. Kemudian saat live di media sosial mereka di tantang oleh rivalnya. Geng motor itu kemudian konvoi keliling Kota Cirebon mencari rivalnya.

    “Ada sebanyak 50 orang yang ikut dalam konvoi tersebut keliling Kota Cirebon mencari rivalnya yang menantang di live medsos,” jelas Eko.

    Saat diperjalanan, konvoi motor berhenti melihat korban memakai baju salah satu berandalan motor yang menjadi rivalnya. Pelaku langsung mengejar korban hingga ke dalam gang. Kesal buruannya kabut pelaku merusak toko dan mencuri.


    “Korban lari karena takut jadi sasaran konvoi berandalan motor Meski berhasil kabur toko dan barang dagangannya jadi korban,” tambah Eko.

    Dari hasil penyidikan, Satreskrim Polres Cirebon Kota mengamankan tongkat baseball, sangkur, jaket berandal motor dan barang yang dicuri. Pelaku terancam KUHP Pasal 262 tentang pencurian atau pengrusakan dengan ancaman 9 tahun penjara.

    “Kami tidak segan-segan menindak tegas siapapun yang sudah menganggu kondusivitas Kota Cirenon,

    Jejak Lari Abah Duni, dari Panggung Juara ke Senja Sunyi

     


    Suara riuh pertandingan itu kini tinggal gema dalam ingatan. Di sebuah sudut sederhana tak jauh dari GOR Singalodra, Desa/Kecamatan Sindang, Indramayu, seorang lelaki tua menghabiskan hari-harinya dengan ritme yang jauh berbeda dari masa mudanya. Dia adalah Duni (80), mantan pelari yang pernah mencicipi manisnya podium juara pada era 1970-an.


    Dulu, lintasan lari adalah dunianya. Kakinya berlari cepat, napasnya teratur, dan sorak penonton menjadi energi yang menguatkan. Pria yang akrab disapa "Abah Duni" ini bukan sekadar pelari biasa. Ia pernah menorehkan prestasi di tingkat Jawa Barat, bahkan menjadi juara dalam berbagai kejuaraan.


    Dalam satu kisah yang masih ia ingat, ia menaklukkan lomba 10 kilometer dengan catatan waktu 32 menit di Porda Jabar yang diselenggarakan di Bogor pada 1974, sebuah capaian yang membanggakan pada masanya. Waktu itu ia mendapatkan juara 4 atau juara harapan 1. Kemudian, ia juga pernah tergabung dalam kontingen Jawa Barat dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) pada 1977 di Jakarta. Sayang, saat itu ia belum beruntung.



    Dua pencapaian terbesar di atas yang akan selalu ia ingat bersamaan dengan prestasi-prestasi lainnya di tingkat kabupaten dan antar sekolah.


    Namun waktu, seperti lintasan yang terus berputar, membawa Abah Duni ke garis kehidupan yang berbeda.


    Kini, di usia senjanya, tak ada lagi medali yang berkilau di dada, tak ada pula sorak penonton yang menyebut namanya. Abah Duni tinggal di rumah sederhana bersama keluarganya. Sehari-hari, ia membantu putri bungsunya, Ulfa, berjualan di depan rumah. Pekerjaan kecil seperti menyiapkan dagangan atau mengisi air menjadi rutinitasnya.


    "Kegiatan saya sehari-hari bantu anak dagangan," ujar Abah Duni menjawab pertanyaan tentang rutinitasnya saat ini.


    Kehidupan tidak selalu berpihak. Setelah masa kejayaannya berakhir, Abah Duni menjalani berbagai pekerjaan untuk bertahan hidup -mulai dari mencari kayu di hutan, menjadi kuli panggul beras, hingga pekerjaan kasar lainnya.


    Bahkan becak yang dulu ia kayuh untuk mencari nafkah kini tak lagi mampu ia tarik seperti dulu. Tenaganya sudah tak sekuat masa mudanya; kini ia hanya sesekali menggunakannya untuk keperluan ringan, seperti mengantar gas.


    Di balik kesederhanaan hidupnya, tersimpan cerita panjang tentang perjuangan. Abah Duni adalah ayah dari tujuh anak, kakek dari 18 cucu, dan buyut dari enam cicit. Namun keterbatasan ekonomi membuat pendidikan anak-anaknya tak bisa melampaui bangku SMP.


    Saat ditanya tentang masa lalunya, matanya masih menyimpan kilau kebanggaan. Ia mengenang piala-piala yang pernah ia raih -hadiah yang dulu menjadi simbol kemenangan, meski tak pernah benar-benar mengubah nasib hidupnya. Tidak ada kontrak besar, tidak ada jaminan masa depan. Hanya kenangan dan pengalaman yang tersisa.



    Ada nada haru dalam suaranya ketika berbicara tentang kehidupan atlet. Ia menyiratkan harapan sederhana: agar para atlet yang berjaya tidak berakhir dalam kesulitan seperti dirinya.


    "Pestasi seharusnya dihargai, bukan hanya saat mereka berada di puncak, tetapi juga ketika mereka menua dan tak lagi mampu berlari," ujar Abah Duni dalam bahasa Indramayu, yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.


    Kisah Abah Duni adalah potret yang jujur tentang kehidupan -tentang kejayaan yang fana dan realitas yang sering kali tak ramah. Di tengah segala keterbatasan, ia tetap menjalani hari dengan keteguhan, seolah masih berlari, bukan di lintasan stadion, melainkan di lintasan kehidupan yang panjang dan tak selalu mulus.

    Sabtu, 25 April 2026

    Kakorsabhara Baharkam Polri Pantau Langsung Latihan Simulasi Sispamkota di Polda Sumut


    MEDAN – Menjelang agenda strategis pengamanan wilayah, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menggelar Gladi Bersih Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) di Lapangan Parkir Mapolda Sumut pada Rabu (22/4/2024) siang.

    Kegiatan krusial ini ditinjau langsung oleh Kakorsabhara Baharkam Polri, Irjen Pol Drs. Mulia Hasudungan Ritonga, M.Si., bersama Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H.

    Simulasi yang dimulai pukul 14.00 WIB ini menampilkan berbagai skenario kontinjensi, mulai dari penanganan unjuk rasa massa hingga teknik penguraian massa (Raimas) dan pengamanan objek vital. Kehadiran jajaran petinggi Polri ini bertujuan untuk memastikan kesiapsiagaan personel serta sinkronisasi taktik di lapangan dalam menghadapi potensi gangguan kamtibmas di wilayah Sumatera Utara.

    “Gladi bersih ini merupakan wujud nyata kesiapan Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kita memastikan seluruh personel memahami SOP dan mampu bertindak cepat, tepat, serta terukur dalam situasi apa pun,” ujar Irjen Pol Whisnu Hermawan di sela-sela kegiatan.

    Turut hadir mendampingi dalam peninjauan tersebut Wakapolda Sumut Brigjen Pol Sonny Irawan, S.I.K., M.H., Dir Pam Obvit Korsabhara Baharkam Polri Brigjen Pol M. Syahduddi, S.I.K., M.Si., serta Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr. Jean Calvin Simanjuntak, S.I.K., M.H.

    Selain pejabat utama Polda Sumut, tim Supervisi dari Baharkam Polri juga tampak memberikan evaluasi mendalam terhadap jalannya simulasi. Sinergi antara pusat dan daerah ini diharapkan dapat memperkuat sistem pertahanan kota secara komprehensif.

    Seluruh rangkaian gladi bersih berjalan dengan aman, tertib, dan lancar, menggambarkan profesionalisme tinggi dari setiap satuan yang terlibat. Dengan usainya simulasi ini, Polda Sumut menyatakan siap mengawal stabilitas keamanan demi kelancaran agenda-agenda nasional mendatang.

    Wakapolri Dorong Brimob Tingkatkan Kapabilitas, Siap Hadapi Tantangan Baru


    Depok – Wakapolri, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, mendorong Korps Brigade Mobil (Brimob) Polri untuk terus meningkatkan kapabilitas, profesionalisme, dan modernisasi satuan guna siap menghadapi berbagai tantangan baru yang semakin kompleks.

    Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Rakernis Korbrimob Polri T.A. 2026 yang dilaksanakan pada Kamis, 23 April 2026 di Gedung Satya Haprabu Mako Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, di hadapan Dankorbrimob Polri Komjen Pol Ramdani Hidayat, Wadankorbrimob Polri Irjen Pol. Reza Arief Dewanto, serta seluruh pejabat utama Korbrimob dan Dansat Brimob se-Indonesia.

    Dalam arahannya, Wakapolri menyampaikan apresiasi tertinggi atas dedikasi dan profesionalisme Korbrimob Polri sepanjang tahun 2025. Berbagai capaian membanggakan berhasil diraih, antara lain keberhasilan pelaksanaan Operasi Damai Cartenz, prestasi di ajang internasional World Police & Fire Games, serta penghargaan Kompolnas Award sebagai Satker Mabes Polri terbaik. Capaian ini menunjukkan bahwa Brimob memiliki kapasitas yang semakin kuat dan mampu bersaing di tingkat global.

    Wakapolri menegaskan bahwa tantangan ke depan semakin kompleks, termasuk munculnya ancaman keamanan hybrid yang menggabungkan gangguan fisik, provokasi digital, serta disinformasi. Oleh karena itu, peningkatan kemampuan personel, penguatan sistem, serta strategi yang adaptif menjadi kunci utama dalam menjawab dinamika tersebut.

    Dalam konteks pelayanan kepada masyarakat, Wakapolri menekankan pentingnya pergeseran paradigma melalui prinsip “Melayani, Bukan Menghadapi”. Brimob diharapkan hadir sebagai pelindung dan pengayom yang menjamin keamanan, sekaligus memberikan rasa aman yang menenangkan bagi masyarakat.

    Selain itu, Wakapolri mendorong penguatan pelaksanaan tugas berbasis riset dengan memanfaatkan ekosistem akademik melalui pembentukan Pusat Studi Kepolisian guna meningkatkan kemampuan analisis terhadap ancaman keamanan asimetris.

    Sejalan dengan itu, percepatan adaptasi teknologi modern menjadi perhatian utama, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), drone surveillance, dan body-worn camera, guna meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta meminimalkan kesalahan prosedur dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

    Wakapolri juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana, khususnya kemarau panjang yang berpotensi meningkatkan titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan. Untuk itu, kesiapan alutsista SAR dan personel harus selalu dalam kondisi siap operasional guna memberikan respons cepat dan tepat dalam melindungi masyarakat.

    Sebagai arah pengembangan ke depan, Wakapolri menjabarkan Road Map Transformasi Korbrimob yang terbagi dalam tiga fase utama, yaitu pembangunan fondasi, pengembangan kapabilitas, hingga pencapaian keunggulan global (world class) baik pada domain fisik maupun siber.

    Menutup arahannya, Wakapolri menegaskan bahwa peningkatan jumlah pasukan tidak akan memberikan dampak optimal tanpa didukung oleh sistem yang kuat, strategi yang tepat, serta kualitas personel yang profesional, unggul, dan humanis.

    Polri berkomitmen untuk terus memperkuat Korbrimob sebagai satuan yang modern, adaptif, dan terpercaya, serta selalu hadir memberikan perlindungan, pelayanan, dan rasa aman bagi masyarakat di seluruh Indonesia.